Sukses membukukan penjualan Samsung Galaxy S hingga 10 juta unit di
seluruh dunia, pun meraih pembagian pasar hingga 71 persen untuk
kategori tablet PC lewat Samsung Galaxy Tab (7 inci) di Indonesia,
Samsung Electronics Indonesia segera menyiapkan generasi baru tablet
Android-nya. Dengan kata lain, penjualan Galaxy Tab di negeri ini
mendominasi, bahkan mengalahkan iPad.
Sang penerus itu adalah seri
Galaxy Tab 10.1. Ya, angka terakhir menunjukkan ukuran diagonal
layarnya. Samsung begitu percaya diri sekarang. Budi Jono, direktur
untuk urusan bisnis PT SEIN, menyebutkan bahwa ponsel Samsung di
Indonesia bahkan meraih 45 persen dari penjualan ponsel.
Perusahaan
ini memang sangat bernafsu mengejar peringkat. Indonesia pun menjadi
target. Jika melihat data lain, menurut Eka Anwar, Head of Marketing HHP
Business Samsung Electronics Indonesia, Indonesia memberi kontribusi
penjualan Galaxy Tab terbaik di Asia Tenggara. "Kami nomor dua setelah
Korea," ujarnya.
Kepercayaan diri itu tentulah ada lantaran Galaxy
Tab 10.1 memiliki lebih banyak keunggulan. Sebutlah misalnya desainnya
yang lebih kompak. Meski dimensinya lebih besar ketimbang Galaxy Tab 7
inci, Samsung mampu mengurangi bobot yang signifikan. Beratnya cuma 595
gram. Bandingkan dengan iPad 2 yang total beratnya mencapai 601 gram.
Bodinya pun tertipis di dunia. Sekali lagi, iPad 2 yang sudah dipangkas
pun masih setebal 0,34 inci, sementara Galaxy Tab anyar selisih 0,2 inci
lebih tipis.
"Seri ini juga punya dua antena Wi-Fi," lanjutnya.
Dua antena ini diharapkan akan makin memesatkan kecepatan akses internet
di lokasi hotspot. Sementara itu, jaringan GSM yang dipakai
telah berkualifikasi HSPA+. Secara teoretis, kecepatan unduhnya mampu
menembus angka 21 Mbps.
Di sektor perangkat untuk meningkatkan
kinerja, tablet pemilik kamera utama 3 MP ini memasang prosesor
berkecepatan komputasi 1 GHz jenis dual core. Ini diharapkan
akan mampu mendukung sistem operasi Android versi 3.0 alias Honeycomb.
Sayangnya, konektivitas Bluetooth masih bertahan dengan versi 2.1,
padahal sudah tersedia 3.0.
Sejumlah perangkat ini wajib bagi
Samsung karena perusahaan tersebut telah menggariskan untuk lebih serius
terhadap pengembangan perangkat lewat tiga strategi, antara lain layar
yang menawan, kecepatan akses yang stabil juga kinerja yang memadai,
serta layanan konten yang lebih variatif.
Untuk hal tersebut, user interface TouchWiz pun dikembangkan, yang kali ini berjuluk UX yang lebih impresif dan menyesuaikan dengan homescreen.
Selain tentu saja tak hanya menyandarkan konten berupa aplikasi pada
Android Market, Samsung punya toko digital Samsung Apps. Kabarnya,
sebuah aplikasi chat atau instant messanging sedang dalam tahap persiapan. Aplikasi ini diharapkan akan melebihi WhatsApp dan BlackBerry Messenger.
Pantaslah jika Eka menyebut, "Ini adalah tablet yang paling canggih di seluruh dunia untuk saat ini."
Jumat
(13/5/2011) malam, sebuah gelaran amal dilangsungkan. Sebuah Galaxy Tab
10.1 inci akan dilelang kepada para tetamu. Akankah perangkat ini
terjual hingga menembus Rp 10 juta? Kita tunggu nanti malam. "Siapa pun
yang memperoleh akan menjadi orang pertama pemilik Galaxy Tab 10.1 di
dunia," lanjut Eka.
Sementara itu, yang tak kebagian silakan
menunggu sampai Juni tiba. Harga belum pula disebutkan secara resmi.
Sekadar info, Samsung Galaxy Tab versi 7 inci sudah dipangkas harganya
menjadi Rp 4,8 juta. Nah selanjutnya, silakan ramal berapa harga yang
pantas untuk Galaxy Tab 10.1 ini.
sumber berita dari kompas

No comments:
Post a Comment