Tuesday, May 22, 2012

hindari dendam


Dendam adalah sifat yang paling tidak di sukai oleh allah jadi kita harus menghindarinya:

1.menerima perbedaan yang ada di antara kita semua sesama umat manusia
2.bila berselisih jangan terlalu lama
3.bila orang lain yang tidak mau memaafkan kita maka kita lebih baik meminta maaf terlebih dahulu
4.apabila kita marah kepada orang lain lebih baik mengingat kebaikan orang itu sehingga sifat dendam itu dapat hilang
5.memikirkan lagi akan dampak dari dendam itu sangat berbahaya bagi diri sendiri maupun orang lain 
6.dan perlu di ingat bahwa sifat dendam dapat menimbulkan perpecahan bagi kesatuan umat beragama
7.terakhir perbanyaklah membaca dzikir dan al-qur'an 
8.jangan lupa sholat

semoga tips tadi dapat bermanfaat ok teman-teman semua
setelah membaca tips tadi semoga teman-teman dapat memperukun kesatuan umat beragama apalagi agama islam. islam sangat menganjurkan kita agar menjauhi sifat dendam di al-qur'an telah banyak di sampaikan kalau sifat dendam itu balasannya adalah neraka jahanam dendam,godhob,ghibah,namimah dan lain-lain itu dosaaaaaa lo jadi jangan mempunyai sifat madzmumah ya lebih baik memiliki sifat mahmudah. memang sih... sifat dendam itu selalu muncul pada diri kita tapi itu kan bisa kita hindari kalau kita memegang teguh ajaran agama dan norma-norma yang ada pada masyarakat sebagai benteng kita itung-itung untuk menghindari dosa yang berlebihan. kan untuk memperbaiki moral manusia yang semakin buru. siphhhhhhhhhhhh

akibat mudah menerima informasi

Beberapa faktor yang menyebabkan mitos dan beberapa hal berikutnya dapat timbul ialah :
1. Keterbatasan pengetahuan manusia, pada umunya manusia memperoleh informasi dari cerita orang yang mengetahui akan suatu hal. Kemudian hal ini bepindah telinga kepada manusia yang lain. yang menjadi masalah adalah kebenaran tentang informasi atau pengetahuan yang muncul dan telah menyebar tersebut.
2. Keterbatasan manusia dalam menalarkan sesuatu, ini dikarenakan kemampuan berpikir manusia pada saat itu masih latih. Sehingga pemikiran yang dihasilkan dapat benar dan dapat pula salah.
3. Keingintahuan manusia yang telah terpenuhi untuk sementara, mengadung pengertian bahwa ketika manusia telah mampu menalarkan sedikit hal yang ada dalam pikirannya maka disitulah letak kepuasan manusia yang diterimanya secara intuisi.
4. Keterbatasan alat indera manusia, selain beberapa hal diatas keterbatasan manusia terhadap bagaimana Ia menggunakan alat inderanya masih terbatas sehingga jangkauan yang sangat detail dalam suatu penciptaan hal yang baru masih bisa diragukan.